Baiklah, ini dia cerita pendek bergaya dracin dengan permintaan Anda: **Air Mata yang Menjadi Cahaya Baru** Alunan *guqin* menembus malam yang kelam, senada dengan hatiku yang remuk. Di paviliun usang di tepi Danau Barat, aku, Lian, hanya bisa memandang pantulan bulan di air. Pantulan yang sama dengan wajah pria yang baru saja menikahi sahabatku, pria yang dulu berjanji akan melukiskan bintang untukku. Lin Feng. Pengkhianatan ini terasa lebih pahit daripada *baijiu* paling keras sekalipun. Namun, aku *diam*. Bukan karena lemah. Bukan karena cintaku padanya masih membara. Aku diam karena ada rahasia yang tak boleh terungkap. Sebuah rahasia yang terikat dengan pusaka keluarga Lian, dan Lin Feng menginginkannya. Setiap hari, aku melihat senyum palsu mereka, mendengar janji-janji manis yang dulu diucapkan untukku. Rasanya seperti ada ribuan jarum menusuk jantungku. Tapi aku tetap tersenyum. Senyum tipis, dingin, yang membuat Nian Wei, sahabatku, menatapku dengan tatapan aneh. Misteri mulai terkuak perlahan. Sebuah saputangan bersulam bunga teratai yang sama persis dengan milikku, ditemukan di kamar Lin Feng. *Bukan* milik Nian Wei. Lalu, sebuah catatan kecil dengan tinta yang mulai pudar, berisi ancaman tentang pusaka keluarga Lian. Dan kemudian, semua *terungkap* pada malam Festival Pertengahan Musim Gugur. Lin Feng, di bawah rembulan purnama, mengakui segalanya di hadapanku. Dia tidak mencintai Nian Wei. Dia hanya menginginkan pusaka keluarga Lian. Dia mengancam akan menyakiti Nian Wei jika aku tidak menyerahkannya. Aku tertawa pahit. "Kau pikir aku bodoh, Lin Feng? Aku tahu semua rencanamu." Rahasia yang kusimpan selama ini adalah *asal-usul* pusaka itu sendiri. Pusaka itu bukan benda mati. Pusaka itu adalah diriku. Aku, Lian, adalah keturunan terakhir dari keluarga yang memiliki kemampuan untuk memanipulasi takdir. Dan kini, takdir Lin Feng berada di tanganku. Aku tidak membunuhnya. Aku tidak menyakitinya. Aku hanya **membalikkannya**. Dengan kekuatan pusaka, aku memutar balik nasibnya. Dia akan merasakan sakit yang sama seperti yang kurasakan. Dia akan kehilangan semua yang dimilikinya. Dia akan hidup dalam penyesalan abadi. Kehidupan Lin Feng berbalik 180 derajat. Bisnisnya hancur. Nian Wei meninggalkannya. Dia menjadi gelandangan yang terlupakan, hidup dalam bayang-bayang masa lalu. Aku hanya bisa memandang dari kejauhan, air mata mengalir di pipiku. Air mata penyesalan, air mata kelegaan, air mata **kebebasan**. Aku tidak menyesal. Aku *hanya* merasa… sepi. Dan di balik semua tragedi ini, Nian Wei akhirnya mengetahui segalanya. Dia memohon maaf padaku, air matanya membasahi gaun sutraku. Namun, luka itu terlalu dalam untuk disembuhkan. Persahabatan kami, seperti porselen retak, tidak bisa diperbaiki lagi. Aku meninggalkan Danau Barat, meninggalkan semua kenangan pahit. Aku akan mencari kehidupan baru, di tempat yang jauh, di mana aku bisa memulai segalanya dari awal. Aku akan menggunakan kekuatan pusaka untuk membantu orang lain, untuk membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih baik. Takdir yang berbalik, seperti air sungai yang mengalir deras, membawa Lin Feng pada kehancuran, dan membawaku pada… **kebebasan yang pahit namun indah.** Dan di tengah malam yang sunyi, aku bertanya-tanya, apakah kebahagiaan sejati *benar-benar* ada?
You Might Also Like: Reseller Kosmetik Reseller Dropship
0 Comments: