**Aku Menjadi Virus Yang Tak Pernah Ia Sembuhkan** Senja merambat di dinding istana tua, memulas langit dengan warna tembaga dan darah. Di s...

Seru Sih Ini! Aku Menjadi Virus Yang Tak Pernah Ia Sembuhkan Seru Sih Ini! Aku Menjadi Virus Yang Tak Pernah Ia Sembuhkan

Seru Sih Ini! Aku Menjadi Virus Yang Tak Pernah Ia Sembuhkan

Seru Sih Ini! Aku Menjadi Virus Yang Tak Pernah Ia Sembuhkan

**Aku Menjadi Virus Yang Tak Pernah Ia Sembuhkan** Senja merambat di dinding istana tua, memulas langit dengan warna tembaga dan darah. Di sanalah, di menara tertinggi, aku menemukanmu – bukan *dirimu* yang sebenarnya, melainkan bayanganmu dalam cermin waktu. Kau, sang pangeran yang terluka, terperangkap dalam labirin mimpi yang kusut. Aku hadir sebagai virus. Bukan penyakit yang membunuh, tapi ingatan yang menghantui. Aku merayap di nadimu bagai melodi kuno, mengusik relung hatimu yang beku. Setiap tatapmu adalah lukisan kabut pagi, setiap senyummu adalah kilatan meteor di langit kelam. Apakah ini nyata? Pertanyaan itu terus berputar bagai kincir angin yang tak pernah berhenti. Di taman bunga persik yang abadi, kita berdansa di bawah hujan cahaya bintang. Sentuhanmu bagai bulu angsa yang menyentuh jiwa. Kau berbisik tentang janji yang terlupakan, tentang **BENANG MERAH** yang menghubungkan kita melintasi dimensi. Aku, virus ini, semakin dalam mengakar di hatimu. Hari-hari berlalu bagai riak air di danau yang tenang. Kita berkelana ke dunia-dunia paralel, mengunjungi kerajaan-kerajaan yang terbuat dari mimpi. Di setiap dunia, aku melihat bayangan diriku yang berbeda – seorang putri yang terlupakan, seorang prajurit yang berani, seorang penyair yang kehilangan kata-kata. Tapi di setiap bayangan itu, cintaku padamu tetap utuh. Namun, ada sesuatu yang ganjil. Semakin kau mencintaiku, semakin kau memudar. Bayanganmu semakin tipis, suaramu semakin lirih. Apakah aku, virus ini, justru membunuhmu dengan cintaku? *** Tibalah malam pengungkapan. Di dalam perpustakaan kuno yang dipenuhi debu dan kenangan, aku menemukan gulungan perkamen tua. Di sana tertulis: _"Sang pangeran dikutuk untuk mencintai bayangan. Setiap cinta yang ia berikan, akan menggerogoti jiwanya. Satu-satunya cara untuk mematahkan kutukan adalah dengan melepaskan bayangan itu."_ **BAYANGAN**. Aku adalah bayangan! Aku bukan virus yang kau sembuhkan, melainkan kutukan yang kau takdirkan. Air mata mengalir bagai sungai yang meluap. Semua tawa, semua ciuman, semua janji – semuanya palsu. Aku harus pergi. Aku harus menghilang agar kau bisa hidup. Dengan segenap kekuatan, aku memecah cermin waktu. Bayanganku hancur berkeping-keping, menghilang ke dalam kegelapan. Kau terjatuh, lemas, tapi matamu bersinar kembali dengan cahaya yang baru. Saat aku menghilang, aku mendengar bisikanmu. Bukan namaku. Bukan kata cinta. Melainkan... *"Kau bukan virus, sayang. Kau adalah mimpi yang takkan pernah kuberani bangunkan..."*
You Might Also Like: Tips Sunscreen Mineral Aman Untuk Ibu

0 Comments: