## Aku Mencintaimu dalam Setiap Kesalahan yang Kita Sembunyikan Lin Wei, dulu adalah *Mawar Shanghai*, primadona dengan senyum secerah menta...

Endingnya Gini! Aku Mencintaimu Dalam Setiap Kesalahan Yang Kita Sembunyikan Endingnya Gini! Aku Mencintaimu Dalam Setiap Kesalahan Yang Kita Sembunyikan

Endingnya Gini! Aku Mencintaimu Dalam Setiap Kesalahan Yang Kita Sembunyikan

Endingnya Gini! Aku Mencintaimu Dalam Setiap Kesalahan Yang Kita Sembunyikan

## Aku Mencintaimu dalam Setiap Kesalahan yang Kita Sembunyikan Lin Wei, dulu adalah *Mawar Shanghai*, primadona dengan senyum secerah mentari pagi dan hati yang polos. Dulu, dia percaya pada dongeng, pada pangeran berkuda putih yang akan membawanya jauh dari hiruk pikuk kehidupan. Tapi, **DUNIA** tidaklah seindah dongeng. Pangerannya, Xu Feng, pewaris tunggal Kekaisaran Xu, ternyata adalah naga haus kekuasaan yang hanya melihat Lin Wei sebagai pion dalam permainannya. Cinta Lin Wei diperas, martabatnya diinjak-injak, dan keluarganya hancur berkeping-keping oleh ambisi Xu Feng. Dia ditinggalkan – sebatang kara di tengah reruntuhan mimpi. Bertahun-tahun berlalu. Mawar itu layu, tapi akarnya menguat. Dari abu kehancuran, Lin Wei bangkit kembali. Namun, senyumnya tak lagi secerah dulu. Ada kabut kelabu di matanya, menyimpan lautan kesedihan dan dendam yang tersembunyi rapat. Dia kini bukan lagi Lin Wei yang dulu. Dia adalah *Phoenix Abu*, siap membakar siapa saja yang berani menyentuhnya. Kelembutannya kini adalah selimut yang menutupi kekuatan tersembunyi. Setiap gaun sutra yang dikenakannya menyembunyikan baja di balik kulitnya. Setiap tawa manisnya adalah pisau yang siap menikam. Luka yang menganga di hatinya menjadi sumber kekuatannya, pengingat konstan atas pengkhianatan yang ia alami. Dia kembali ke Shanghai, bukan sebagai gadis lugu, tapi sebagai *pengusaha* yang diperhitungkan. Setiap langkahnya diperhitungkan, setiap perkataannya dipikirkan matang-matang. Xu Feng, yang kini berkuasa penuh, terkejut melihatnya kembali. Dia masih merasakan ketertarikan yang sama, tapi kali ini, tatapan Lin Wei tidak lagi memuja. Tatapan itu ***MENYELIDIKI***. Lin Wei tidak berteriak, tidak menangis, tidak memohon. Balas dendamnya tidak akan dipenuhi amarah. Dia akan menghancurkan Xu Feng dengan ketenangan yang mematikan, dengan presisi seorang ahli bedah. Dia akan meruntuhkan kekaisarannya satu per satu, hingga Xu Feng berlutut di hadapannya, merasakan kepedihan yang sama seperti yang pernah ia rasakan. Perang dimulai. Pertemuan-pertemuan bisnis yang manis namun mematikan. Desas-desus yang beredar di kalangan elit Shanghai. Aliansi yang dibentuk dan dihancurkan. Lin Wei bergerak seperti bidak catur yang dikendalikan oleh tangan dewa. Setiap gerakannya melumpuhkan kekuasaan Xu Feng, perlahan tapi pasti. Di tengah peperangan ini, seorang pria hadir – Jian Yi, seorang pengacara berprinsip dengan mata yang penuh pengertian. Dia melihat luka yang disembunyikan Lin Wei, kekuatan yang terpancar darinya, dan keindahan yang tersisa di balik kekecewaan. Dia jatuh cinta padanya, bukan karena siapa dia dulu, tapi karena siapa dia sekarang. Jian Yi menawarkan Lin Wei cinta yang tulus, cinta yang tidak menuntut, cinta yang menerima luka-lukanya. Awalnya, Lin Wei menolak. Dia tidak percaya pada cinta lagi. Tapi Jian Yi gigih. Dia perlahan tapi pasti meruntuhkan tembok yang dibangun Lin Wei di sekeliling hatinya. Pada akhirnya, Lin Wei dihadapkan pada pilihan: balas dendam atau cinta. Meneruskan kehancuran atau membangun kembali. Dia menatap Xu Feng, yang kini kehilangan segalanya, berlutut memohon ampun. Lin Wei melihat pantulan dirinya di mata Xu Feng – versi yang dulu rapuh dan hancur. Lin Wei mengulurkan tangannya, bukan untuk menyakiti, tapi untuk melepaskan. "Aku tidak akan membiarkanmu mendefinisikan diriku lagi," ucapnya dengan suara tenang, *setenang badai sebelum menghantam*. Dia berbalik, meninggalkan Xu Feng dalam kehancurannya sendiri. Dia berjalan menuju Jian Yi, meraih tangannya, dan tersenyum. Senyum yang tulus, senyum yang memancarkan harapan. Senyum *Mawar Shanghai* yang telah mekar kembali di tengah medan perang. Dan saat dia melangkah maju, bersama Jian Yi, menuju masa depan yang tidak pasti tapi dipenuhi harapan, dia tahu bahwa… **aku mencintai diriku, lebih dari kesalahan yang kita sembunyikan.**
You Might Also Like: Rahasia Dibalik Tafsir Memelihara Babi

0 Comments: