Baiklah, ini dia kisah Dracin fantasi dengan judul yang Anda inginkan: **Kau Bilang Ini Cinta Terlarang, Tapi Kita Tetap Menulisnya Setiap Malam** Bulan pucat menggantung di langit, saksi bisu dari dua dunia yang terhubung oleh benang tak terlihat. Di dunia manusia, kota terlelap di bawah selimut malam, sementara di dunia roh, lentera-lentera *mengapung* di sungai berkilauan, menerangi bayangan yang **berbisik**. Bayangan itu tahu namamu, Xinyi, nama yang juga diingat oleh bulan. Xinyi, seorang pelajar biasa di dunia manusia, mendapati dirinya terlempar ke dunia roh setelah kematiannya yang *mendadak*. Di sana, ia bukan lagi Xinyi si pelajar, melainkan *Pewaris Terakhir Klan Serigala Perak*, yang diramalkan akan membawa keseimbangan antara dua dunia. Di istana roh yang berkilauan seperti permata beku, Xinyi bertemu dengan Lian, *Penguasa Sungai Bulan*. Lian, dengan mata setajam belati dan senyum yang mampu membekukan api, seharusnya menjadi musuhnya. Klan Serigala Perak dan Penguasa Sungai Bulan terikat oleh *perjanjian darah*, sebuah perjanjian yang melarang cinta di antara mereka. "Kau tahu, ini adalah cinta terlarang," bisik Lian suatu malam, saat mereka berdiri di bawah pohon sakura yang bunganya bersinar dalam gelap. Xinyi balas menatapnya, matanya dipenuhi keraguan. "Kalau begitu, kenapa kita tetap menulisnya setiap malam?" Setiap malam, di bawah *pengawasan bulan*, mereka bertemu. Mereka bertukar cerita, mimpi, dan sentuhan yang *terlarang*. Xinyi merasakan tarikan yang tak terelakkan terhadap Lian, dan ia tahu, jauh di lubuk hatinya, bahwa takdirnya terjalin erat dengan sang Penguasa Sungai Bulan. Semakin dalam Xinyi menyelami dunia roh, semakin banyak rahasia yang terungkap. Kematiannya di dunia manusia ternyata bukan kecelakaan. Itu adalah bagian dari rencana *jahat* untuk mengacaukan keseimbangan antara dua dunia, sebuah rencana yang dirancang oleh… seseorang yang dekat dengannya. Bayangan yang berbisik mulai memberi petunjuk. Lentera yang menyala di air membentuk pola yang menunjuk ke masa lalu, ke sebuah pengkhianatan yang *menyakitkan*. Bulan yang mengingat nama mulai menceritakan kisah yang tersembunyi di balik keindahan dunia roh. Ternyata, Lian bukan hanya Penguasa Sungai Bulan. Ia adalah **KUNCI**. Kunci untuk membuka segel kuno yang mengikat dua dunia. Dan Xinyi, Pewaris Terakhir Klan Serigala Perak, adalah *umpan*. Lalu, terungkaplah kebenaran yang pahit. Cinta mereka, yang mereka kira *terlarang*, ternyata adalah bagian dari permainan yang lebih besar. Lian tidak mencintai Xinyi. Ia hanya memanfaatkannya, mengikuti skenario yang telah ditulis jauh sebelum Xinyi lahir. Atau benarkah demikian? Di saat terakhir, ketika segel kuno akan dibuka, Lian mengkhianati semua orang. Ia membebaskan Xinyi, mengorbankan dirinya sendiri untuk melindungi kedua dunia. "Kau tidak mengerti," bisiknya, saat bayangan kegelapan menariknya pergi. "Aku selalu mencintaimu, lebih dari yang kau tahu." Siapa sebenarnya yang mencintai? Siapa yang memanipulasi takdir? Apakah Lian benar-benar tulus, ataukah pengorbanannya hanyalah bagian dari *ilusi* yang lebih besar? Xinyi ditinggalkan dengan pertanyaan yang menghantuinya, dan luka yang tak akan pernah sembuh. Di akhir, Xinyi berdiri di tepi sungai, memandang bulan yang pucat. Ia sendirian, tetapi ia tahu, di suatu tempat di antara dua dunia, ia akan terus mencari jawaban. *Dan di sungai ini, aku berjanji, bayangan akan mengulang kata-kataku.*
You Might Also Like: 7 Fakta Mimpi Menemukan Ular Belang

0 Comments: